Bentang Utama Jembatan SURAMADU Tersambung

2009-04-01 14:00

 
Jembatan Sura-Madu


Tepat tengah malam, langit diatas Jembatan Suramadu terang oleh nyala kembang api sebagai tanda telah tersambungnya bentang utama Jembatan. Penyambungan N-closer berupa lantai baja tersebut disaksikan oleh Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Hermanto Dardak dan Duta Besar China untuk Indonesia Zhang Qiyue serta pejabat terkait lainnya.

Pengerjaan jembatan utama yang terdiri dari bentang utama dan dua jembatan pendekat dikerjakan bersama antara kontraktor Indonesia dan China. Untuk bentang utama dan jembatan pendekat sisi Madura dikerjakan oleh kontraktor China, sementara jembatan pendekat sisi Surabaya dikerjakan oleh kontraktor BUMN Indonesia.

 

Dalam sambutannya,Duta Besar Ibu Zhang Qiyue menyampaikan, Jembatan Suramadu merupakan jembatan terpanjang yang dibangun China di luar negeri melalui kredit lunak pemerintah China. Zhang Qiyue juga mengatakan bahwa Jembatan Suramadu merupakan lambang  persahabatan China dan Indonesia dan dapat terus kerjasama dengan baik di masa depan.


 Sementara itu, Dirjen Bina Marga Hermanto Dardak mengatakan bahwa dengan telah tersambungnya bentang utama ini membuktikan dukungan dan komitmen pemerintah China terhadap pembangunan Jembatan Suramadu. "Saya menyampaikan apresiasi saya terhadap kerjasama dengan pemerintah China" kata Hermanto.


Hermanto Dardak juga mengatakan, Jembatan Suramadu ini merupakan jembatan yang spesial bagi Indonesia karena selain jembatan terpanjang di Asean dan di Indonesia, hadirnya jembatan ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi terutama di Pulau Madura dan Surabaya. Menurutnya untuk memaksimalkan manfaat keberadaan Jembatan Suramadu, rencana tata ruang untuk pemanfaatan lahan harus segera disiapkan.  "Sehingga betul betul jembatan ini bisa meningkatkan ekonomi Madura khususnya dan Jatim pada umumnya," katanya.


Sementara itu Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Wilayah V, A.G. Ismail mengatakan pendanaan pembangunan jembatan Suramadu 90 persen merupakan pinjaman pemerintah China dan 10 persen dari APBN. Besarnya biaya pembangunan Jembatan Suramadu seluruhnya mulai dari pembangunan jalan akses hingga bentang utama sebesar Rp 4,5 triliun.


Pembangunan Jembatan Suramadu melibatkan 3.500 pekerja dan menghabiskan besi baja untuk struktur baja sebanyak 28 ribu ton, tulangan besi baja kurang lebih 28 ribu ton, 250 ribu meter kubik beton dan 600 ribu ton campuran beton. Jembatan ini juga telah dirancang agar terlindungi dari korosi yang diakibatkan oleh air laut.


Dengan ketinggian 35 meter dari permukaan laut pada bentang utama dan lebar 400 meter cukup untuk lalu lintas kapal yang melalui Jembatan Suramadu.  Jembatan yang dirancang dengan umur 100 tahun ini, saat ini tengah menyelesaikan pembangunan jembatan pendekat sisi Surabaya dan jalan akses sisi Madura dan ditargetkan dapat tersambung seluruhnya pada Juni 2009.