Pada tanggal 10 Juli, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, menghadiri PEVC 2025 yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) dan menyampaikan pidato kunci. Konferensi tersebut turut dihadiri Ketua Umum Periklindo, Moeldoko, dan Wakil Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok, Parulian Silalahi.
Dubes Wang Lutong menyampaikan bahwa tahun ini menandai peringatan 75 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Indonesia. Di bawah arahan strategis kedua kepala negara, hubungan bilateral Tiongkok-Indonesia terus berjalan pada tingkat tinggi, meletakkan fondasi politik yang kukuh bagi kerja sama praktis bilateral secara menyeluruh. Perekonomian Tiongkok berjalan dengan stabil, dan memberikan kontribusi sekitar 30 persen terhadap pertumbuhan ekonomi global selama bertahun-tahun, terus-menerus menyuntikkan energi positif dan stabilitas ke dalam dunia yang sedang mengalami masa ketidakstabilan, perubahan, dan tantangan yang signifikan. Setelah perkembangan selama 20 tahun, industri kendaraan listrik Tiongkok telah mencapai keberhasilan yang cukup menonjol, produksi dan penjualan, teknologi, kualitas, kecerdasan, infrastruktur, dll. semuanya telah mencapai tingkat terdepan di dunia, dan telah membentuk rantai produksi dan pasokan, penelitian dan pengembangan teknologi, serta sistem perlindungan kekayaan intelektual yang relatif lengkap. Tiongkok berkenan untuk berbagi pengalaman dan memperkuat kerja sama dengan Indonesia, serta mendukung Indonesia dalam membangun pusat manufaktur regional untuk kendaraan listrik dan baterai listrik. Kerja sama Tiongkok-Indonesia di bidang kendaraan listrik memiliki fondasi yang kuat dan sedang menghadapi peluang pengembangan yang penting. Semakin banyak perusahaan kendaraan listrik dan baterai Tiongkok menjejakkan kaki di Indonesia, bekerja sama dengan mitra Indonesia dalam bidang membangun basis produksi, memperkenalkan teknologi canggih, melatih karyawan lokal, dan menyempurnakan rantai pasokan lokal. Untuk menghadapi tantangan deglobalisasi dan unilateralisme yang semakin menguat saat ini, Tiongkok dan Indonesia harus bergandengan tangan untuk terus memperdalam kerja sama dalam kebijakan, investasi, perdagangan, teknologi, penyusunan standar, infrastruktur, dll. di bidang kendaraan listrik, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap transformasi ekonomi dunia yang hijau, rendah karbon dan inklusif.
